Saturday, May 24, 2008

Kisah Kerbau, Kelelawar, dan Cacing

Asalamulekum…

Satu buah cerita menggugah untuk menyambut Malam Minggu...

Disuatu hari, Allah SWT memerintahkan malaikat Jibril AS untuk pergi menemui salah satu makhluk-Nya yaitu Kerbau dan menanyakannya apakah dia itu senang diciptakan Allah SWT sebagai seekor kerbau. Malaikat Jibril AS pun dengan segera pergi menemui si Kerbau…

Di siang yang panas nan terik itu dimana si kerbau sedang berendam rendam di salah satu sungai dengan kumunan sesama kerbau. Malaikat Jibril AS pun mendatangi salah satu diantaranya dan bertanya kepada si kerbau

Malaikat Jibril As: "Wahai kerbau apakah kamu senang telah dijadikan oleh Allah SWT sebagai seekor kerbau?

Si kerbau: "Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai seekor kerbau, dari pada aku dijadikan-Nya sebagai seekor kelelawar yang ia mandi dengan kencingnya sendiri".

Mendengar jawaban dari si kerbau, Malaikat Jibril AS pun segera pergi menemui seekor kelelawar yang katanya mandi dengan kencingnya sendiri dan ingin menanyakan hal yang sama seperti kerbau tadi, apakah dia sudah senang diciptakan sebagai kelelawar…

Malaikat Jibril AS mendatanginya seekor kelelawar yang siang itu sedang tidur bergantungan di dalam sebuah goa gelap. Kemudian mulailah Jibril AS bertanya kepada si kelelawar

Malaikat Jibril As: "Wahai kelelawar apakah kamu senang telah dijadikan oleh Allah SWT sebagai seekor kelelawar?

Si Kelelawar: "Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai seekor kelelawar, dari pada aku dijadikan-Nya seekor cacing. Tubuhnya kecil, tinggal di dalam tanah, berjalannya saja musti menggunakan perutnya"

Mendengar jawaban dari si kelelawar, Malaikat Jibril AS pun segera pergi menemui seekor cacing yang sedang merayap mencari makan di atas tanah, dan memberikan pertanyaan yang sama seperti si kerbau dan si kelelawar

Malaikat Jibril As: "Wahai cacing kecil yang berjalan dengan perut apakah kamu senang telah dijadikan Allah SWT sebagai seekor cacing?"

Si Cacing: " Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai seekor cacing kecil yg berjalan dengan perut, dari pada dijadikaan-Nya aku sebagai seorang manusia, yang dimana apabila mereka tidak memiliki Keimanan, Ketaqwaan dan tidak Beramal Sholih, maka ketika mereka mati mereka akan disiksa di neraka selama-lamanya".

Mendengar jawaban dari cacing itu si Jibril pun kembali menghadap ke Allah SWT, dan mengatakan kalau hamba hambah-Nya telah bersyukur akan apa yang telah diberikan kepada mereka…

Dan sekarang bagaimana dengan makhluk Allah SWT yang diciptakan paling sempurnah di muka bumi ini, baik dari sisi akal pikiran, fisik, dan hati yaitu Manusia, apakah mereka cukup bersyukur dengan apa yang ada pada diri mereka sendiri???

Yah, hanya manusia itu sendiri yang mampu menjawabnya?

Bagaimana dengan anda sodara sodora sekalian?

Wasalamulekum…

9 comments:

Eucalyptus said...

Tak ada kata lain selain bersyukur saya dilahirkan sebagai Manusia, diberi akal dan pikiran untuk menentukan pilihan2 dalam hidup oleh Allah SWT.

Phie said...

dapet dr mana si bro cerita2 agama keren kek gini? bagi link dunk :D

AnggAngelina said...

Allahuakbar!

Alhamdulillah sampai detik ini saya selalu bersyukur diciptakan sebagai manusia yang bisa bersyukur. alhamdulillah... terimakasih Ya Allah.SWT..

:::..Passompe..::: said...

ayo semangat strong cari gebetan.....gw juga...wakakakkakakak

TEYU said...

subhanallah .........
Cacing saja berkata seperti itu tentang manusia. Naudzubillah semoga kita tidak termasuk orang2 yang tidak bersyukur.

~ tc ~ said...

masya Allah..alhamdulillah.. ternyata si empunya blog telah kembali ke jalan yang benar...
*sujud syukur...
heheheh


amppppooon pak...
ampoooon
:P

The Armstrong said...

@Ibu Eucalptus: hamba yg senantiasa bersyukur razkinya akan senantiasa ditambah... dan itu janji pasti dari Allah...

@Ibu Phie: heheeh itu mah dengenr dari khotbah jumatan, ama kadang kadang baca dari buku di perpus... :P

@Ibu Ngga: Amin...

@Bung Ipang: hahaha iya bung gw semangat trus kok buat nyari gebetan... hahaha...

@Ibu Teyu: Fabiayyialah Ila Rabbukuma Tukazziban...

@Ibu TC: hahaha kadang kadang perasaan kek gini kagak bisa ketahan bu' maklum keluaran pesantren seh... eh ketahuan deh...

Makasih semua yah komengnya...

Mama Shasa Shahira said...

Nah.. artinya kita harus selalu bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan kepada kita.. tul gak..?

pudi-interisti said...

Syukur....aku ternyata gak segila pemilik blog ini.

*kabu.....r!