Wednesday, January 22, 2014

Lupa

Kalau nanti kita bertemu entah dimana, tolong ingatkan aku kalau kita sebelumnya pernah kenal, aku jadi semakin cepat lupa, nama dan rupa perlahan memudar, bahkan aku mulai lupa bentuk rumahku di kampung sana, aku mulai menghilang seutuhnya, tak tahu mana kiri dan kanan, mana utara atau selatan, mana benar dan salah, aku lupa semuanya, aku lupa.

Kalau nanti semuanya sudah hilang, bahkan nama asliku pun sudah aku lupa, tolong ingatkan. Kalau aku lupa cara makan dan tidur tak usah kau ingatkan, karna aku tahu itu buang-buang waktu, ingatkan aku tentang kau saja, itu pun kalau kau mau. Aku sangat pelupa sekarang, dan nampaknya besok atau lusa akan lebih parah.

Ah aku mungkin besok akan lupa kata-kata yang aku tulis sekarang, makanya aku tulis sebagai pengingat. Aku tulis dimaba-mana supaya tidak lupa, supaya kau tak anggap aku begini dan begitu kalau besok kita bertemu.

Ah pikiran, mengapa tak semuanya menjadi seperti kenangan.

Jogja, 22 Januari 2014, 01:16

Wednesday, January 08, 2014

Belajar

Aku cuma belajar hidup bebas saja, makanya tak mau tahu yang mana benar mana salah, semua di coba, seperti anak kecil yang pertama mencoba gulali lantas tak bisa berhenti, ya namanya juga belajar.

Lihat, tak hanya cemoh dan prasangka konyol yang kau dapat, bahkan yang dulu dekat sekarang sudah lupa, ah paling mereka ingin yang lurus-lurus saja yang jadi bagian cerita hidup mereka, tak salah juga tak benar, cuma masalah pilihan masa muda, embel-embelnya begitu.

Lama tak bertemu, bertemu sekali maka mulailah berakting, berpura-pura kalau semua baik-baik saja, bersandiwara.

Muak sebenarnya, aku kau mereka dan kalian sama, hanya ingin semua kenalan yang ada disekitar merasa senang, walau dengan jalan pura-pura, kadang malah diam dan hanya memperhatikan, lagak dan gaya bicara diubah sedemikian rupa, ah bosan.

Beberapa coba mengingatkan, kejelekan diumbar tanpa berkaca terlebih dahulu, ah masayarakat, ah manusia...

Jogja, 08 Jan 2014, 00:45

Wednesday, January 01, 2014

Senyum

Aku cuma keping kecil yang hendak meruntuhkan tembok besar, ribuan kali kugedor sekuat tenaga dan hasil tak lebih dari nol, nol yang dulu masih kecil dan dianggap sepele kini sudah cukup dianggap, itu belum cukup dan jalan masih panjang, kuterjang dan coba kubungkam, jika gagal datang lagi untuk sekian kali maka akan kubalas dengan senyum.

Aku tahu gagal akan datang lagi dan lagi, jalan yang aku pilih memang terlalu sempit, aku pun sendiri, aku tak peduli, aku akan jalan terus dan terus, kau bisa bilang jalanku ini jalan semu, aku arogan dan tak tahu diri, singkat kata aku jawab kalau aku hanya menikmati hidup, aku menikmati diriku sendiri, lambat laun walau hanya ada segelintir orang yang diam-diam ternyata mengagumi, itu sudah cukup. Senyum ini untuk kalian.

Sekarang tahun bertambah, 2014, tangan masih kelaparan menjamah kertas dan kanvas, tanganku sibuk menari menikmati tiap goresan, pikiranku justru melayang entah kemana, iya pikiranku tak ada disini, dia tengah bercumbu dengan asap.

Aku lihat sekitar, aku menertawakan diri sendiri, apa yang telah aku lakukan dengan hidupku? Mungkin karna aku merasa bahagia menjadi keping kecil yang selalu dianggap kecil, tak inginkan kemapanan yang instan, ah materi hanya membuat risau, tunggulah keping kecil ini, nanti tembok itu akan runtuh juga, kalau tak runtuh berarti keping kecil ini akan memburai menjadi debu dan menghilang, menghilang seiring senyuman.

Salam damai untuk alam dan manusia beserta binatang, angkasa, langit biru, bintang, ombak, matahari dan bulan, aku akan terus berjalan diantara kalian.

Jogja, 1 Januari 2014, 13:58

Tuesday, December 31, 2013

Thank You Charlie Caplin


These above is Charlie Caplin quotes, he is my best inspiration.

“As I began to love myself I found that anguish and emotional suffering are only warning signs that I was living against my own truth. Today, I know, this is “AUTHENTICITY”.

As I began to love myself I understood how much it can offend somebody if I try to force my desires on this person, even though I knew the time was not right and the person was not ready for it, and even though this person was me. Today I call it “RESPECT”.

As I began to love myself I stopped craving for a different life, and I could see that everything that surrounded me was inviting me to grow. Today I call it “MATURITY”.

As I began to love myself I understood that at any circumstance, I am in the right place at the right time, and everything happens at the exactly right moment. So I could be calm. Today I call it “SELF-CONFIDENCE”.

As I began to love myself I quit stealing my own time, and I stopped designing huge projects for the future. Today, I only do what brings me joy and happiness, things I love to do and that make my heart cheer, and I do them in my own way and in my own rhythm. Today I call it “SIMPLICITY”.

As I began to love myself I freed myself of anything that is no good for my health – food, people, things, situations, and everything that drew me down and away from myself. At first I called this attitude a healthy egoism. Today I know it is “LOVE OF ONESELF”.

As I began to love myself I quit trying to always be right, and ever since I was wrong less of the time. Today I discovered that is “MODESTY”.

As I began to love myself I refused to go on living in the past and worrying about the future. Now, I only live for the moment, where everything is happening. Today I live each day, day by day, and I call it “FULFILLMENT”.

As I began to love myself I recognized that my mind can disturb me and it can make me sick. But as I connected it to my heart, my mind became a valuable ally. Today I call this connection “WISDOM OF THE HEART”.

We no longer need to fear arguments, confrontations or any kind of problems with ourselves or others. Even stars collide, and out of their crashing new worlds are born. Today I know “THAT IS LIFE”!”

Charles Chaplin Quotes

Friday, December 27, 2013

Akali

Kian berkelut, merajut benang kusut menjadi rayu.
Beri, beri saja semua itu rindu, biar hilang semu meragu.
Mengurai ucapan, dililit sedikit makna, disajikan hangat beserta cemilan pura-pura, pura-pura karna ada mau, mau yang banyak sekali, banyak sekali dan hanya dia yang mengerti.
Minta tanpa berucap, dia pikir semua pikiran mampu membaca tanda, tanda kalau binar mata sendu atau gembira, siapa yang tahu.
Aku bangun berlari, aku tidur sembari sayap kukepakkan, disini aku tinggal cuma sebentar, mungkin nanti kembali, mungkin nanti takkan lagi mendongeng disini, tapi harap selalu ingin yang lain, yang lain yang lebih, tidak, bukan itu yang kucari...

Jogja, 27 Desember 2013, 00:01

Monday, December 23, 2013

Kosong

Membuka laci, pikiran-pikiran aneh itu berhamburan, berserakan, bukan kata, bukan angka, bukan nama, bukan tempat, nyata bukan apa-apa...

Kosong, angin bersiul, nyaring, kosong, tak bermakna, kosong, hilang dan terlupa, kosong, dalam sunyi mereka tertawa, nyaring, gelap dan menghilang...

Butir perbutir, asap bergumul, cairan dan sendawa, tertawa lagi, diam, kosong, hilang dan pura-pura lupa...

Cerita di gelar, lawak, cinta, harapan, kasih sayang, kedamaian, bohong, semua bohong, dimanipulasi, dirubah dan digubah, ditambah dikurangi, bukan yang ada, katanya biar tampak bernarasi, ada alur dan rima, ah mau jadi pujangga rupanya...

Biru, merah, hitam, hijau, kuning, coklat, ada disana, bersembunyi di terang matahari kala hujan turun, mereka menunggu, bukan, disuruh menunggu, agar nanti terlupa dan pura-pura menghilang...

Jogja, 23 Desember 2013, 11:58

Friday, December 20, 2013

Meta

Kutelusuri taman bunga, penuh warna, wanginya menyatu tak tahu apa namanya, mata kututup coba meresapi menyatu dengan mereka, kuberikan jiwaku agar warna-warninya bisa kumengerti, aku tak tahu apa itu, aku tak tahu apa-apa, aku ingin tahu semuanya, semuanya, biarkan aku tahu semuanya, hingga aku gila...

Kutelusuri tiap jalan itu, yang baik kujadikan buruk, yang buruk kuanggap baik, kiri dan kanan apalah bedanya, utara-selatan-barat dan timur, aku hanya ingin tahu apa rasanya, aku ingin tahu seperti apa rasa semuanya, semuanya, biarkan aku rasa semuanya, hingga aku gila...

Kudengarkan semua bunyi itu, bunyi bising kendaraan saling berpacu di kota-kota, bunyi derik kereta api yang saling bercumbu tanpa henti dengan rel, bunyi pesawat yang menggelegar menerobos awan, bunyi kapal yang mengarungi samudera, bunyi hujan, sungai, ombak, pepohonan yang tengah bercanda denga angin, aku ingin dengar semuanya, semuanya, biarkan aku dengar semuanya, hingga aku gila...

Jogja, 20 Desember 2014, 20:30

Thursday, December 19, 2013

Bullshit

I never really say 'i don't care' even once for long long long time, what I have done before when I say i dont care it mean I will always admiring far behind...
Now I will say it out loud that I dont care, really dont care, really dont fucking care...
With all those shit about kindness in this sick society, all these people only think one thing called 'business', then I realize it sucked me up...
Friendship? Sometimes its only real when I drink with drunken people beside the street...
Everything about relationship is only business, fuck it! Friendship is only on the bottle...

Tuesday, December 17, 2013

Alibi

Kata-kata, hanya kata-kata, kata-kata dan kata-kata lagi...

Berputar-putar mereka, saling mengaitkan jemari kelingking dan berdansa bersama, bernyanyi bersama, hari berganti, tahun berganti, abad pun hilang, dan tersisa masih berupa kata-kata...

Kata-kata dalam sejarah, kata-kata dalam karya, kata-kata dalam cerita, semua tertinggal tak lebih dari segumpal kata-kata, semakin banyak sekarang, setelah 15.000 tahun peradaban, sedari manusia prasejarah, Eufrat dan Tigris, Mesir Kuno, Yunani Kuno, Romawi, Zaman Kegelapan, Zaman Penyihir, Perang antar agama yang saling merasa benar, Renaissance, Barok dan Romantisisme, Perang antar negara yang saling merasa kuat, perang dan perang lagi, kini globalisasi dan modernisme merajalela...

Di ujung gang sempit, daerah pemukiman kumuh, ada mereka disana duduk manis menikmati dan menghayati pergantian zaman. Ada seniman, sejarawan, budayawan, philosopher, pujangga, sastrawan, fotografer, dan lain sebagainya, mereka pengukir zaman, menceritakan zaman lewat berbagai macam hal yang mereka yakini, sebagai pengganti kata-kata yang mungkin sulit diuraikan dengan cara umum...

Di akhir cerita yang tersisa hanya kata-kata...

Jogja, 17 Desember 2013, 02:24

Tuesday, December 10, 2013

Apogee

Do you remember me?
When every moment passing by, smoking laugh and bottles of jokes, story to share in every cups, weakness and abilities that we believe as philosophy of bullshitness, lie and truth that we never mind but we thought being our own business...

Do I remember you?
I been losing mind not a while, stuck and no way out, like a shadow of man when cross the rain, you watch me sing in the sinking train, you said we gonna life thousand years more, it been hundreds hours ago, since we know that life is just bunch of loneliness...

Jogja, December rain 10, 2013, 17:20