Wednesday, March 30, 2016

Post Liberal

Kau berlindung pada agama yg banyak massa nya, berharap pada Tuhan agar senantiasa dilindungi,  diberkahi langkahmu, rela mati demi ajarannya, surga yg cuma dongengan jadi tujuanmu, ah kau cuma si tengik anak kemarin sore. Bagaimana kalau kau sendirian? Berkoar-koar soal kebenaran layaknya anjing tanpa kepala pada segala macam mayoritas, sekarang minoritas kau sepelekan dan kau salahkan, hey kutu kupret penggemar komik ambil kaca dan lihat dirimu disana, lihat yg buruk lebih banyak dari yg baik, perhatikan kalau hidup damai tanpa musuh itu yg semua makhluk hidup inginkan...

Jogja mendung, 30 Maret 2016, 13:15

Saturday, February 06, 2016

Judge

Kebanyakan sih langsung judge, sekali berkata ini langsung judge, sekali berbuat ini langsung judge, yang bodoh melongok kepo karna kok ramai banyak yang ngejudge akhirnya ikutan ngejudge tanpa mau tahu yang dijudge apaan. Turun tanganlah para ahli judge yang sedari dulu sudah jago menjudge, beretorika dan membuat teori bualan seputar judge-judgean. Media ikut-ikutan menjudge demi pasar dan rating. Duh, otak kemana? Hati kemana? Tak tahu yang di judge itu perasaannya gimana apa? Bagaimana kalau kau yang di judge? Bagaimana kalau kau urus diri sendiri dulu yang tentu masih banyak yang perlu diperbaiki, semacam bercermin. Toh tak ada manusia yang tak pernah salah, memang agak panjang kalau mau di tindak lanjut, akan muncul banyak opini dan komentar blah blah blah, tapi tolong diam saja, kan katanya diam itu emas? Atau mungkin sudah ganti. Ah... Badut butuh piknik...

Sunday, January 31, 2016

Dusta

Ya ketika mengungkit kata kemungkinan, apalah daya nihilisme yg berujung bunuh diri akan menyeruak, menjadikan nyata tak lebih dari lelucon pasarmalam, bahkan anjing urban hanyalah kekonyolan pengais sampah restauran cepat saji, ah kau retorika menjanjikan wacana...


Jogja baks, 31 Januari 2016, 23:18

Tuesday, January 12, 2016

Money

Its all about money,
Fucking money?
All those bullshit role,
All of the greedy asshole,
So wheres God here?
Wheres Religion here?
Fucking money is your God,
Fucking money is your Religion,
Case closed.

Good bye my love.

Jogja, 12 January 2016, 14:29

Tuesday, September 08, 2015

Parasite

Quite people have the loudest mind,
Judge as a dumb because they always silent,
People on his time make boundaries,
Faraway because they can't understand,
Those old people watching around,
Trying make sense of their existence,
Until the time showed up,
He assumed all the people to shut up,
In time people changing,
Too late to realize,
When there's no more trust left,
When pathetic life become parasite,
In the end,
Don't criticize what you can't understand...

Jogja, September 8th, 2015, 14:13

Wednesday, August 26, 2015

Tanah

Telah kujajaki, kulahkahi dengan kakiku sendiri, tanpa alas biar jelas rasanya.
Terasa semua, seolah benakku dibanting, terjerembab menuju tempat apa namanya.
Kemana lagi sekarang?
Di bermacam puncak gunung, kuteriak dan bercerita pada pepohonan serta ilalang, tentang rasa dan tetek bengeknya.
Di pantai aku tiduran di pasir, menatap lembut sang mentari, mendengar lirih sunyi sang ombak, tertegun tak tahu akan seperti apa selanjutnya.

Solo, 26 August 2015

3 hari setelah ulang tahun ke 27

Monday, July 13, 2015

Batu

Banyaknya kata menuai tanya,
Sekenanya tanpa jawab,
Hendak berbuat apa tak di gubrisnya,
Batu tak pernah melunak,
Tiga malam berlalu,
Diam itu membingungkan,
Entah apa maunya,
Semua disalahkan,
Cermin ada dimana-mana,
Sesekali lihat diri sendiri,
Mungkin salah tak kemana...

Angin membelai daun di pepohonan,
Tak pernah lupa...

Wednesday, June 24, 2015

Karena

Karena hujan maka mendung ada memberi tanda.
Kamu akan pergi setelah berdua kita mengikat janji, menabuh mimpi, semua bersama kita untai kala musim tengah bersemi.
Karena bulan dan bintang menyinari.
Aku disini tak tahu menunggu apa, semua terasa hampa, tak ada tanda jawaban dari tiap tanya, tangan tak henti menengadah meminta, namun tak kunjung datang penghibur asa.

Thursday, June 04, 2015

Rindu Pantai

Kau bernyanyi, mengikut irama ombak ditepi pantai.
Kau menari, kala bulan purnama terang menyinari.
Aku termenung, melihat wajahmu tetiba murung.
Meratapi masa lalu yang suram, mengimaji masa depan yang kian kelam.
Tenggelam dalam fana, gaya hidup modern yang serba instan, dan manusia yang lupa kebaikan.
"apalah daya hati ingin berontak, namun kosong tanpa makna isi otak." teriakmu pada karang.
"ah dialektika, tak sudikah kau tadah air ditelapak tanganmu dan bercermin? Lihat apa yang telah kau perbuat, kau penuhi sekitar dengan cacian."
Tak ada lagi bunyi, semua diam serempak, bahkan sepoi angin tak lagi membelai rumput dan ilalang.
Kita berjalan pulang, tanpa kata...

Rindu pantai.
Toraja, 4 Juni 2015, 18:03

Sunday, May 31, 2015

Hari Rokok Sedunia Katanya

Lucu. Ada hari bebas asap tembakau sedunia padahal asapnya cuma sedikit. Kenapa tidak sekalian hari bebas asap knalpot kendaraan bermotor yang asapnya lebih banyak. Kalau bicara masalah kesehatan, paman rasa perokok yang baik tidak merokok didekat orang tua dan anak kecil. Kalau pun ada yang merokok di dekat kalian dan ditegur pasti dimatiin rokoknya atau ngga menjauh biar asapnya tidak kena.

Rokok buat sebagian orang itu adalah candu yang susah berhentinya, ada pun kalau berhenti sehari saja maka tak ada sesuatu yang dilakukan alias malas-malasan, seperti paman.

Lagian perusahaan rokok di negeri kita ini sudah memegang kendali di banyak bidang yang menyangkut pengembangan masyarakat, contohnya sponsor terbesar olahraga (badminton dan sepakbola) yang kita tonton di televisi, pemberi beasiswa yang paling rajin ketimbang pemerintah yang tentu tukang bohong, supponsor acara hiburan seperti musik dan pentas seni, duh coba bayangkan kalau tidak ada perokok dan perusahaan rokok pada bangkut gulung tikar karena tak ada yang beli? Mau jadi apa negeri ini yang jejeran pemerintahnya pada maling.

Sekian Dongeng sore hari dari paman.