Wednesday, October 30, 2013
Hujan Oktober
Friday, October 18, 2013
Jalang
Dengan botol gepeng ditangan kanan,
Melangkah gontai penuh tawa,
Bernyanyi penuh penghayatan,
Walau caci dan tatap sindiran mereka layangkan,
Ribuan cibir tentang kegilaan,
Atau apapun namanya...
Akulah monyet itu,
Kadang menjadi badut pencerita,
Kadang menjadi pendongeng absurd,
Kadang malah hanya diam tak melakukan apa-apa,
Hanya menatap denting jarum jam,
Mematung dalam keramaian,
Kata mereka aku penyihir dari selatan...
Tapi nanti jika waktuku sudah tiba,
Aku yakin mereka datang hendak menjabat tangan,
Meyakinkan lewat basa-basi kalau mereka kawan,
Ah apalah,
Aku pun hanya diam,
Mematung dengan tatapan tanpa hasrat,
Hingga nanti mereka pun masih berkata gila,
Aku hanya binatang jalang...
Jogja, 18 Oktober 2013, 21:49
Its All About
You talk about religion and way to love each other, make a obvious role in our relations and in the last you break all the things and never want to look behind and looking for trouble that need to fixed. I just keep on quite and I know exactly what I have done, sometimes I try to make you mad, I make you cry, I lie and many other, I just wanna see whats going on exactly in our time since we be together. But you didnt get it, you wanna run run and run, you dont even look behind or look forward, you just runaway into nowhere, blaming all around, and make your self as the pure innocent.
Its blow my mind, makes me think twice to be better to leave you and be alone, just alone. I know the happiness will never be real when you didnt share.
Or I was the asshole in our short relations, I dont know.
Friday, August 23, 2013
25
Dimana ada awal pasti ada akhir, dan di akhir selalu ada cerita akan seperti apa awal baru akan tercerita, dengan alur dan narasi yang berbeda dari sebelumnya, berharap akan ada perkembangan dan bukan perubahan menjadi lebih baik. Aku bukan mencari kebaikan, kenapa? Karena kebaikan jika disimak lebih bijak maka tak ada kebaikan yang bersifat universal, dengan maksud bahwa kebaikan itu bersifat subjektif.
Aku tak pernah pergi kemana-mana, hanya disini melihat dan coba menanggapi mimpi, semua yang aku lakukan hanya bermimpi.
Ulang tahun ke 25, dan semua biasa saja.
Mission complete in 24; have and end love relationship, graduated from university for 6 year, Rinjani wait tomorrow
Monday, June 17, 2013
Jealous Guy
Perlahana suara radio yang ada di angkot yang sedang ditumpangi Kakek mengalun. Membuat mata si Kakek nampak berkaca-kaca, kesalahan bodoh baru saja di lakukan. Yah walaupun ini kisah sudah lama berlalu, sekitar 40 tahunan yang lalu namun kisah inilah yang kelak akan terus di ingat oleh Kakek dan Nenek di masa mendatang.
Senja mulai tenggelam, petanda malam mulai menjelang. Kakek muda melangkah dengan sedikit gusar menuju pintu angkot, di belakang seberang jalan baru saja Nenek muda melaju pulang rumah dengan penuh kekesalan. Nenek baru saja melihat sisi lain dari si Kakek yang konon pendiam. Kakek tak kuasa menahan perasaan yang kini tengah di ombang-ombang oleh nasib, tak ada seorang pun yang tahu, bahkan Nenek sendiri pun bertanya-tanya ada apakah gerangan.
Waktu itu tiba-tiba saja Kakek marah-marah tak jelas, Kakek marah pada diri sendiri yang merasa hanya menjadi sampah tak berguna untuk Nenek. Hati Kakek mengumpat pada diri sendiri, menganggap bahwa dirinya tak lagi berguna untuk Nenek yang selalu ada untuk Kakek waktu itu, Kakek merasa bahwa dia hanya membuat Nenek tambah sedih dengan adanya Kakek disisi Nenek selama ini. Maklum waktu itu tengah mendekati hari ulang tahun Nenek yang ke-24, dan Kakek yang ingin membuat semacam pesta kecil berdua, hadiah yang sederhana dan sepiring cheese cake utuh yang di bagian atasnya ada lilin berbentuk 24 tak mampu membuatnya nyata. Iya benar, Kakek tak punya uang, kerjaan tak ada, kendaraan tak ada, pula menumpang di rumah keluarga yang Kakek rasa telah merepotkan sekian lama. Di sisi lain, selama pacaran dengan Nenek, hampir semua ongkos pacaran ketika jalan-jalan bersama di bayar oleh Nenek, jiwa Kakek terkoyak sebagai seorang lelaki, bukannya Kakek seseorang yang tak mendukung emansipasi kesederajatan lelaki-perempuan, bukan sesederhana begitu, tapi hanya beberapa hari kedepan adalah ulang tahun Nenek, dan Kakek belum pernah sekalipun memberi hadiah berupa kado ulang tahun untuk Nenek. Kakek hanya inginkan satu hal lewat hubungan yang mereka buat berdua, yakni Kakek ingin agar Nenek selalu bahagia."
Kakek cemburu pada pasangan-pasangan yang lain, mereka membuat hari ulang tahun pacar mereka nampak begitu berkesan di hati, mereka memberi hadiah berupa materi pada pasangan mereka yang nantinya bisa dikenang di hari nanti, memberi kue ulang tahun yang di atasnya ada lilin menyala dan hendak ditiup seiring doa agar kelak di berkahi. Begitulah yang dirasakan oleh Kakek waktu itu, menyedihkan untuk si Kakek, lantas intonasi suara kakek pun meninggi ketika tengah bersama Nenek di waktu itu, hendak mencaci diri sendiri maksud Kakek waktu itu, namun malah Nenek pun yang menerima, Nenek sedih dan langsung pergi.
Kakek pulang dengan langkah gontai, sepanjang perjalanan pulang hingga tulisan ini dibuat pun Kakek masih merasa sedih pada diri sendiri, mengapa pekerjaan tak kunjung mendatangi, apalah daya harap usaha tuk terus mencari. Kakek tak tahu musti berbuat apa lagi, padahal Nenek jika tahu masalahnya hanya karena materi maka Kakek pun akan dimaki, maksudnya sebagai cara lain agar Kakek tahu bahwa ada yang menyayangi. Kakek hanya ingin Nenek bisa bahagia tak hanya lewat hati namun juga materi, walau memang cinta mereka berdua dibangun dengan sistem sederhana, namun hanya Nenek yang mengerti keadaannya seperti apa, harapan masa datang pun masih mengambang. Tetap semangat!
Tuesday, June 04, 2013
Aku dan Bintang Kecil
Tuesday, May 14, 2013
Metafora
Begitulah mungkin ketika kau duduk sendiri dan kemudian berpikir tentang rencana-rencana yang kau harap akan berjalan lancar namun tak satupun terlaksana.
Kau mulai nampak murung, penuh harapan kosong, mata melihat entah apa dan kemana, jenuh dan bisan menggerayap bak jamur atau lumut di tembok yang lembab.
Mungkin itulah yang namanya metafora, mungkin itulah yang namanya proses, atau mungkin itulah saat dimana kau berkata dengan penuh keyakinan kalau hidup ternyata begini dan begitu, walau memang akan tampak sedikit mengelak dari kenyataan.
Kau bisa saja langsung berlagak jadi aktor teater yang gagal, mengumbar kata-kata yang lengkap dengan retorika dan dialektika, menganalisis kehidupan berdasarkan apa yang telah kau alami kepada halayak, berharap didengar, dikagumi, didengarkan, dielu-elukan, dan lain sebagainya.
Ah mungkin saja benar, ah mungkin saja salah, ah apalah bedanya. Jika ternyata benar dan salah tak lebih dari sekedar pendapat pemikir jaman dahulu yang telah lewat, jika ternyata kehidupan satu manusia tetap saja masih bergantung pada manusia lainnya, jika ternyata kau hanyalah satu puing kecil kehidupan yang berharap masa depan sama dengan mimpi-mimpi yang telah kau rencanakan akan seperti apa.
Ah aku rindu buaian angin pantai, ah aku rindu tatap mentari di atas puncak gunung.
Jakarta Selatan, 14 Mei 2013, 15:08
Thursday, April 25, 2013
Kata Kata Si Penutur Kata
Kata kata terpaut menjalin cerita,
Sedikit drama agak tampak menarik,
Sedikit alur agar kejelasan menunjuk jalan,
Sedikit awang awang jauh ke antah berantah agar tampak bahwa ini hanya sebuah cerita,
Bukan maksud jauh dari kenyataan,
Bukan hendak lari dari kebenaran,
Bukan hendak menebar gurau lewat kebohongan,
Lagi lagi perspemtif yang ambil alih,
Cara pandang berbeda lalu tafsiran pun jauh entah kemana,
Jutaan disana ada cerita,
Tiap jalan ada gang dan lorong kecil,
Telusur hingga ke ujung,
Mencari dan mencari bahan dan pengalaman,
Mencari dan mencari jawaban dari tiap pertanyaan,
Mencari dan mencari bahwa tahu akan ketemu lewat lercobaan...
Kata kata berurut teratur,
Ikut mengikut membentuk paragraf,
Ikut mengikut minat para pecinta kata,
Lewat buku atau hanya lewat lembar cerita sederhana,
Lewat mulut ke telinga para pendengar,
Lewat satu kejadian menuju sebuah kenangan,
Akan teringat nanti ketika duduk ramai entah dimana,
Ada pencerita dan ada peminat cerita,
Dari dahulu kala hingga sekarang,
Masih tetap sama cara olah cerita,
Masih tetap sama bahan cerita seputar manusia,
Masih tetap sama ada pembuka dan akhir dari cerita,
Mereka mendengar,
Ada telinga yang selalu terbuka,
Ada mata yang haus akan kata kata,
Ada mulut yang ingin bertukar cerita,
Hingga nanti waktunya datang entah kapan,
Mulut terkunci,
Pikiran dan perasaan telah istirahat,
Raga tertidur,
Akhir dari cerita...
Jogja, 25 April 2013, 23:40
Monday, April 15, 2013
Me and Daddy
We like two different part in the coin,
But we still one as a coin,
Different perspective,
Different way of life,
Different idealism,
But still one as father and son...
Once I guess that we have to much similarity,
But we try to denied,
My dad look at me like he turn back into his bad young age,
And I look at my dad like imagine how I will be in the future...
I cut off my beard to make us looks different in style,
Yes I just try to dinied,
But naturally my beard suddenly grows and grows,
We looks like too much same when my dad in my age...
But my dad always keep quite and admiring,
He though that I was faraway from him,
We doesnt talk too much since 15 years ago,
Since I try to fight with him,
But really my instinct is always proud of him in silence...
My dad got too much life experiences than me,
And I want get more to make him more proud,
I hate to love my dad in silence,
My dad know what I am doing...
Obviously,
We love each other in silence...
Jogja, 15 April 2013, 14:10
