Showing posts with label poetry. Show all posts
Showing posts with label poetry. Show all posts

Thursday, April 25, 2013

Kata Kata Si Penutur Kata

Kata kata terpaut menjalin cerita,
Sedikit drama agak tampak menarik,
Sedikit alur agar kejelasan menunjuk jalan,
Sedikit awang awang jauh ke antah berantah agar tampak bahwa ini hanya sebuah cerita,
Bukan maksud jauh dari kenyataan,
Bukan hendak lari dari kebenaran,
Bukan hendak menebar gurau lewat kebohongan,
Lagi lagi perspemtif yang ambil alih,
Cara pandang berbeda lalu tafsiran pun jauh entah kemana,
Jutaan disana ada cerita,
Tiap jalan ada gang dan lorong kecil,
Telusur hingga ke ujung,
Mencari dan mencari bahan dan pengalaman,
Mencari dan mencari jawaban dari tiap pertanyaan,
Mencari dan mencari bahwa tahu akan ketemu lewat lercobaan...

Kata kata berurut teratur,
Ikut mengikut membentuk paragraf,
Ikut mengikut minat para pecinta kata,
Lewat buku atau hanya lewat lembar cerita sederhana,
Lewat mulut ke telinga para pendengar,
Lewat satu kejadian menuju sebuah kenangan,
Akan teringat nanti ketika duduk ramai entah dimana,
Ada pencerita dan ada peminat cerita,
Dari dahulu kala hingga sekarang,
Masih tetap sama cara olah cerita,
Masih tetap sama bahan cerita seputar manusia,
Masih tetap sama ada pembuka dan akhir dari cerita,
Mereka mendengar,
Ada telinga yang selalu terbuka,
Ada mata yang haus akan kata kata,
Ada mulut yang ingin bertukar cerita,
Hingga nanti waktunya datang entah kapan,
Mulut terkunci,
Pikiran dan perasaan telah istirahat,
Raga tertidur,
Akhir dari cerita...

Jogja, 25 April 2013, 23:40

Wednesday, March 27, 2013

Puisi Jelek Buat Bintang Kecil

Aku berjalan kemana tak tahu,
Hanya tapak kaki setia menggores jalan,
Di persimpangan itu sempat kumenoleh kebelakang,
Menyipitkan mata hendak melihat senyum lalu yang coba ditinggalkan...

Aku menunduk melihat rumput dipinggir jalan itu,
Mereka menari-nari penuh mesra dengan alunan angin timur,
Langkah kulanjutkan menuju entah kemana,
Kiri dan kanan tak tampak satu pun penunjuk arah,
Aku menepi coba berbaur dengan kehidupan orang orang disana,
Hanya sepi yang jelas terasa di antara suara bising bahasa asing mereka,
Aku mengamati lama penuh harap yang tak jelas apa...

Hingga senyum polos tanpa kata terpampang depan mata,
Iya itu wajahmu yang datang dan muncul tiba-tiba,
Entah mengapa ada rasa terpecik walau masih samar,
Kutatap lama wajahmu yang tak bergerak di layar putih itu,
Kata-katamu mulai menari penuh irama di lembar kosong layar putih itu,
Ceritamu mulai menarik tanyaku hingga rasa ingin tahuku pun menggebu...

Terasa cepat namun kau sudah ada dalam pikiran ini,
Kita berdua bak satu hati dalam beberapa pendapat tentang sekitar,
Kutuanglah dalam coretan sederhana yang bercerita tentang senyum dan binar matamu,
Kutabur pula kata-kata lewat puisi jelek yang punya harap agar menarik perhatianmu,
Tak sia-sia memang jika maksud hati ingin mengenalmu,
Ingin agar dirimu selalu ada di depan sebagai penunjuk arah,
Penunjuk hidupku yang sudah mulai lupa membaca arah...
Ingin agar dirimu selalu ada disini menjadi kunci imaji,
Berbantu mimpi bersama tuk dapat berwujud nyata,
Menuju bersama ke sana ketempat yang bernama masa depan...

Hingga nanti kita pikun bersama,
Hingga nanti kita saling lupa panggilan sayang,
Hingga nanti alam raya menyatukan kita kembali dalam raganya...

Jogja, 27 Maret 2013, 19:43