Showing posts with label absurditas. Show all posts
Showing posts with label absurditas. Show all posts

Friday, February 14, 2014

Keberadaan

Adanya begitu banyak tawa yang tersimpan rapat dalam senyum simpul itu, kau biarkan yang lain tertawa sementara kau hanya tersenyum, padahal kau yang tengah bercerita.

Setelah ceritamu selesai, kau mulai diam, kau tak peduli sekitar, kau hanya dari jauh duduk sambil berpelukan dengan lututmu, sementara lututmu menyandang dagumu, kau melamun.

Lamunanmu jauh entah kemana, hanya kau yang mengerti, kau sejenak berbisik pada sekitar, "kenapa uang begitu penting?", kau bilang kalau kau tak tahu apa yang sedang kau pikirkan, yang jelas kau menghilang, menghilang jauh dari tempat ini.

Uang?

Kenapa musti itu yang mereka permasalahkan katamu, merka diam, kau diam, selesai.

Jogja dalam balutan debu vulkanik gunung Kelut, 14 Februari 2014, 14:34

Tuesday, December 17, 2013

Alibi

Kata-kata, hanya kata-kata, kata-kata dan kata-kata lagi...

Berputar-putar mereka, saling mengaitkan jemari kelingking dan berdansa bersama, bernyanyi bersama, hari berganti, tahun berganti, abad pun hilang, dan tersisa masih berupa kata-kata...

Kata-kata dalam sejarah, kata-kata dalam karya, kata-kata dalam cerita, semua tertinggal tak lebih dari segumpal kata-kata, semakin banyak sekarang, setelah 15.000 tahun peradaban, sedari manusia prasejarah, Eufrat dan Tigris, Mesir Kuno, Yunani Kuno, Romawi, Zaman Kegelapan, Zaman Penyihir, Perang antar agama yang saling merasa benar, Renaissance, Barok dan Romantisisme, Perang antar negara yang saling merasa kuat, perang dan perang lagi, kini globalisasi dan modernisme merajalela...

Di ujung gang sempit, daerah pemukiman kumuh, ada mereka disana duduk manis menikmati dan menghayati pergantian zaman. Ada seniman, sejarawan, budayawan, philosopher, pujangga, sastrawan, fotografer, dan lain sebagainya, mereka pengukir zaman, menceritakan zaman lewat berbagai macam hal yang mereka yakini, sebagai pengganti kata-kata yang mungkin sulit diuraikan dengan cara umum...

Di akhir cerita yang tersisa hanya kata-kata...

Jogja, 17 Desember 2013, 02:24

Tuesday, December 10, 2013

Apogee

Do you remember me?
When every moment passing by, smoking laugh and bottles of jokes, story to share in every cups, weakness and abilities that we believe as philosophy of bullshitness, lie and truth that we never mind but we thought being our own business...

Do I remember you?
I been losing mind not a while, stuck and no way out, like a shadow of man when cross the rain, you watch me sing in the sinking train, you said we gonna life thousand years more, it been hundreds hours ago, since we know that life is just bunch of loneliness...

Jogja, December rain 10, 2013, 17:20

Seruk

Ah manusia, hujan minta panas, panas minta hujan, sukanya meminta, minta dan meminta lagi, ketika diberi malah mengeluh ingin yang lain, dikasih yang lain malah semuanya ditinggalkan, entah apa beda ingin dan butuh...

Ah manusia, katanya makhluk sosial, semua yang dilakukan atas dasar sosialisasi, bersosial dan sosialisasi, mau tak mau nyata terlihat kalau sebenarnya manusia hanya takut merasa sendiri, takut tak dikenal, takut ketahuan yang sebenarnya, iya takut kalau nanti mati sendiri dan tak ada satupun yang menangisi...

Ah manusia, setidaknya sangat lihai beralibi, yang tahu sebenarnya diri sendiri, yang lain hanya mencari tahu dan sedikit berspekulasi...

Entah kemana lagi mencari kebenaran dalam diri si manusia, ah manusia...

Jogja, 8 Desember 2013, 16:16

Utopianist

Mata tertutup, raga terdiam, mulut terkatup, pikiranku seolah tengah terbang telanjang mengarungi lautan dengan sampan dan dayung kuas...

Angin timur tengah ke barat, kutebarkan layar kanvasku, setelah di barat aku ke selatan, ke utara setelah itu, sebelum pulang akan kuseduh kopi sambil menghisap rokok kretek ku di atas sana, jari telunjuk meneropong puncak yang jauh di tengah sana, Himalaya...

Setelah itu apalagi yang akan kucari? Mungkin aku akan menjadi penari, menari-narikan jariku di atas kertas putih layar putih hingga nanti akan ada orang yang akan mengerti, mempelajari, kalau hidup bukan cuma disini, kenapa tak seluruh alam semesta kau jejaki...

Jogja, 9 Desember 2013, #utopia 22:58

Thursday, December 05, 2013

Sembilu

Berputat putar kesegala arah, tak lelahkah kau seperti menari, sebentar-bentar kau menyanyi ditengah gulita seperti anak balita, kau tak peduli, cukup bebal kau sekarang...

Anjing di ujung jalan sana terus memperhatikanmu, cukup lama menatapmu dengan wajah lugunya, kau senyumi dia, dia malah berlalu, kau sendiri, tak ingin kau di anggap membusuk ditengah sunyi, katamu kau berbahagia sendiri disana...

Berteman sembilu dari pada ditengah keramaian yang kau temui hanya kebohongan, kau sesapi tiap sepi, kau hirup nafasnya hingga pikiranmu pun menghilang, tetap kau kukuh mengaku kalau kau bahagia, bersemedi ditengah kegelapan dengan sunggingan senyum yang terus merekah di bibirmu...

Jogja, #absurditas 05/12/2013 19:37

Wednesday, October 30, 2013

Hujan Oktober




Hujan mulai turun, mengiring sore hari menuju malam. Sekeliling yang sedari siang tadi sudah mulai tampak ke abu-abuan, kini mulai gelap ditemani hujan yang perlahan tapi pasti membasahi tanah dan sekitarnya. Ada dia disini, tepatnya tak benar-benar disini, iya mirip antara imaji dan nyata yang tak tahu yang mana yang benar-benar ada. Entah ini hanya sekedar fantasi atau pun sekedar fatamorgana kesendirian yang tetiba meracuni. Entahlah. Rokok lintingan yang tadinya ada beberapa batang, kini sudah berada di linting terakhir, bukan berarti sehabis ini cerita pun berakhir, atau malah jadi cerita baru akan segera di buka.

Tiba-tiba dia bertanya
“apakah aku bisa mencium bau hujan itu sewaktu rembesannya masuk ke tanah yang kering?”
“Iya jawabku, tapi aku tak dapat menjelaskan bau apa yang tercium itu, aku hanya dapat menciumnya saja dan itu cukup membuat perasaanku merasa senang, entah bau apa pun itu namanya”

Oktober 30, 2913, Yogyakarta, 16:37