Friday, April 01, 2016
Ilusi
Wednesday, March 30, 2016
Post Liberal
Jogja mendung, 30 Maret 2016, 13:15
Saturday, February 06, 2016
Judge
Sunday, January 31, 2016
Dusta
Tuesday, January 12, 2016
Money
Fucking money?
All those bullshit role,
All of the greedy asshole,
So wheres God here?
Wheres Religion here?
Fucking money is your God,
Fucking money is your Religion,
Case closed.
Good bye my love.
Jogja, 12 January 2016, 14:29
Tuesday, September 08, 2015
Parasite
Quite people have the loudest mind,
Judge as a dumb because they always silent,
People on his time make boundaries,
Faraway because they can't understand,
Those old people watching around,
Trying make sense of their existence,
Until the time showed up,
He assumed all the people to shut up,
In time people changing,
Too late to realize,
When there's no more trust left,
When pathetic life become parasite,
In the end,
Don't criticize what you can't understand...
Jogja, September 8th, 2015, 14:13
Wednesday, August 26, 2015
Tanah
Telah kujajaki, kulahkahi dengan kakiku sendiri, tanpa alas biar jelas rasanya.
Terasa semua, seolah benakku dibanting, terjerembab menuju tempat apa namanya.
Kemana lagi sekarang?
Di bermacam puncak gunung, kuteriak dan bercerita pada pepohonan serta ilalang, tentang rasa dan tetek bengeknya.
Di pantai aku tiduran di pasir, menatap lembut sang mentari, mendengar lirih sunyi sang ombak, tertegun tak tahu akan seperti apa selanjutnya.
Solo, 26 August 2015
3 hari setelah ulang tahun ke 27
Monday, July 13, 2015
Batu
Banyaknya kata menuai tanya,
Sekenanya tanpa jawab,
Hendak berbuat apa tak di gubrisnya,
Batu tak pernah melunak,
Tiga malam berlalu,
Diam itu membingungkan,
Entah apa maunya,
Semua disalahkan,
Cermin ada dimana-mana,
Sesekali lihat diri sendiri,
Mungkin salah tak kemana...
Angin membelai daun di pepohonan,
Tak pernah lupa...
Wednesday, June 24, 2015
Karena
Karena hujan maka mendung ada memberi tanda.
Kamu akan pergi setelah berdua kita mengikat janji, menabuh mimpi, semua bersama kita untai kala musim tengah bersemi.
Karena bulan dan bintang menyinari.
Aku disini tak tahu menunggu apa, semua terasa hampa, tak ada tanda jawaban dari tiap tanya, tangan tak henti menengadah meminta, namun tak kunjung datang penghibur asa.
Thursday, June 04, 2015
Rindu Pantai
Kau bernyanyi, mengikut irama ombak ditepi pantai.
Kau menari, kala bulan purnama terang menyinari.
Aku termenung, melihat wajahmu tetiba murung.
Meratapi masa lalu yang suram, mengimaji masa depan yang kian kelam.
Tenggelam dalam fana, gaya hidup modern yang serba instan, dan manusia yang lupa kebaikan.
"apalah daya hati ingin berontak, namun kosong tanpa makna isi otak." teriakmu pada karang.
"ah dialektika, tak sudikah kau tadah air ditelapak tanganmu dan bercermin? Lihat apa yang telah kau perbuat, kau penuhi sekitar dengan cacian."
Tak ada lagi bunyi, semua diam serempak, bahkan sepoi angin tak lagi membelai rumput dan ilalang.
Kita berjalan pulang, tanpa kata...
Rindu pantai.
Toraja, 4 Juni 2015, 18:03