Tuesday, January 20, 2009

Kramotak Trip to the Surabaya Part 1

Assalamulekum...

22 December 2008 First Day:

Before Session

Indahnya kemilau sang mentari pagi tak sempat kucicipi, kicauan burung gereja pun tak sempat membisikkan nyanyian menyambut pagi di telinga gw, teriakan piring yang dipadukan dengan ketukan tiga per-empat sendok-nya pak penjual bubur kacang ijo juga kelewatan nyambut gw bangun pagi, ini semua dikarenakan eh karena (judi itu haram) semalaman kmaren gw begadang abis abisan sampe jam 5 shubuh sambil maen kartu remi yang kalah di jitak kepalanya sampe berdarah darah (boong kalo ini…) di “circle K” bersama dua orang aneh, yang pertama bernama si Othi yang kebetulan seorang cewe dan sangat berambisi untuk menjadi seorang pria, kadang kadang yang membuat orang orang disekitarnya merasa kalo dia ini benar benar aneh adalah kebiasaan dia yang sudah kagak bisa ditolerir lagi mengenai “Ngupil”… (lol) yah dia ini adalah Ratu Ngupil Sejagad. Mana kalo ngupil tuh pasti lama dan kalo udah dapet upilnya bisa terdampar dimana aja, suka suka dia tentunya…hahaha… bisa aja tiba tiba di tangan orang yang ada di dekatnya atopun di baju, celana, sampe jidat pun dia olesin pake upil… luar biasa aneh kan? Yang kedua adalah seorang cowo yang bernama Yunan tapi punya juga nama cewe yaitu Yuny, hmmm belum juga gw jelasin si Yuny ini, dari nama aja udah aneh bin ajaib. Secara dari segi face to face si Yuny udah sangar bak preman taman lawang dan untuk menyandang nama Yuny keknya berat seton amit dah…

Gw bangun akhirnya jam 2 siang dengan badan pegel pegel (hmmm kek nama makanan pegel lele yak?), sebangunnya gw dari kematian sesaat langsung mandi dan gosok gigi dan tak lupa gw beresin tempat tidur gw, menyiram tanaman, menyapu halaman kantor bupati, maen kelereng sama anak SD komplek, maen boneka bonekaan, sampe jadi supir metromini jurusan terminal – pasar… sudah, sudah, cukup!!!

Sehabis mandi, badan yang pegel pegel terasa agak mendingan, kutatap dengan mata sayu si Jimmy (my old scooter) di pekarangan halaman kosan gw yang nampak tertutupi oleh mantel biru tua, dan percakapan seputar ruang lingkup imajinasiku pun berjalan:

Gw: “Jim, sudah siapkah dirimu mengarungi bisingnya riuk jalananan kota Jogja?”

Jimmy: (dengan agak males menjawab) “hooo, emang akan kemana saja kita hari ini?”

Gw: “yah, mau kemana lagi Jim selaen ke kantin pojok O km UMY lah tentunya…”

Jimmy: (karena tahu kalo jam 2an biasanya banyak cewe di kantin UMY langsung berubah expressi) “WAHHH, hayokkkk hancurkannn!!!”

Dan mulailah kupacu motor tuaku, alon alon sing penting mlaku menuju kantin… LOH? Btw, gw telat kuliah hari ini…ternyata eh ternyata tadi pagi gw da kuliah jam 7 Globalisasi (berat!), dan juga ada bonus kelewatan kuliah Bahasa Mandarin jam 1 yang beruntung sekali karna kali ini ada UJIANNN!!! (huakzzzzz… hikzzzz)

Sesampainya di kantin, kukabarkan semuanya, kepada ombak, kepada laut, kepada matahari… (dipopulerkan oleh Ebbied G. Ade)… LOH!!! Gw disambit dengan adegan mencengangkan yaitu segerombolan anak autis yang baru lepas dari tempat rehabilitasi anak autis se-Bantul Mengidul, yaitu aksi liar nan eksotis anak anak KRAMOTAK (sejenis kerupuk mie instan yang kalo mau di makan diremes dulu) diantarnya ada si Mbe yang lagi berakrobat manjat manjat kursi, si Kuyak yang lagi maen sepak takraw pake bungkus rokok melawan manusia onderdil bengkel si Kuman, si Budi kecil yg udah gede pun tak mau kalah dengan jongkok bebas diatas meja, si Curut yang baru datang langsung mengambil ancang ancang tuk beraksi layaknya badut ancol sambil bawa cemprengan khas bencong perampatan lampu merah deket Mall Galeria Jogja, si Wawan dengan tampilan memukau anak jalanan yang kerennya orang orang bilang “gembel” ngambil gaya anarki trendi 70an dengan mendatangi cewe yang lagi makan membawa seperangkat alat makan sendok dan garpu trus nimbrung ngajak makan… dan gw sendiri dengan gaya sok cool membawa cangkul dan topi bulat pak tani memulai menanam jagung di kebun binatang Ragunan sembari jempol tangan kanan sibuk ngupil… hahaha… gdubrak…

Setelah mengadakan diskusi besar besaran di meja bundar kantin pojok Latanza mengenai rencan tur ke Surabaya beberapa hari yang lampau, dan hari ini adalah hari keberangkatan kita (yang dimaksud disini adalah kumpulan anak autis diatas bakal berkeliaran di Surabaya dalam kurung beberapa jam lagi…), jadi tujuan kita sebenarnya kesana adalah untuk ikut “Festival Music” di Taman Budaya Surabaya, dan bandnya terdiri dari Vocal-Gitar: Mbe Rektiviono, Lead Gitar: Budi Farri, Bass: Wawan Adyt Jude, Drum: Renzo Acil (SPI: Serikat Pengamen Indonesia). Rencananya kita ngumpul dulu di kontrakan di daerah Gampingan yang sialnya menjadi base camp kita, jam 8 harus ada di kontrakan semuanya… hahaha selama masih di Negara Indonesia yang apa aja yg ada di luar akal sehat manusia bisa terjadi dengan sangat meyakinkan, apalagi yang namanya “Ngaret” yg udah bukan lagi mendarah daging tapi udah jadi urat saraf manusia Indonesia pada normalnya, so intinya kalo dia (siapa pun itu) masih orang Indonesia normal maka akan “Ngaret”…

Rencana punya rencana kita bertuju bakal berangkat ke Surabaya jam 9.30 menurut prediksi, dan jam tersebut akhirnya menjadi jam dimana kita bertujuh baru bisa ngumpul semua, bayangin yak? Rencana ngumpulnya jam 8 teng, tapi baru ada semuanya yg cuman 7 biji doang bisa sampe lelet jam 9.30… keren kan? Mana ngumpulnya yg rencana dari awal tuh ngumpul di kontrakan, eh malah secara ga pake rencana ngumpul langsung di stasiun Lempuyangan semua… hahaha…

Dengan gaya ga karuan masing masing personil, yg malah kalo lama lama diperhatiin kek lagi ada pesta sirkus gede gedean, mana ngumpulnya di depan loket karcis kereta api kelas Ekonomi lagi, dan kita pun sejenak termenung sembari kembali menentukan planning (hiakkk), jadi usut punya usut ntar di Surabaya kita bakalan jadi gembel beneran, pokoknya tidur dimanapun bisa, tinggal gelar Koran dan lelap pun menjelma. Dan jawaban yg kompak langsung terucap dari tiap mulut yg punya bibir mengatakan “SBT: Sudah Barang Tentu”...


Bersambung…


Wassalamulekum...


Monday, January 12, 2009

Cooming Soon

Asalamulekum...

Insya Allah... Dan mohon doanya yak?


Be Someone Favorable

I’m like a bird crossing trough away blue sky when the sun shines a whole of world

I’m like a bat never ever sinks into the water when the cold of darkness cover a whole of world…

Someone needs somebody else…

To share every single happiness and sadness in a day’s…

Happiness will be real when share and word of wisdom will become soul when sadness comes…

Human born from nothing to be someone…

Experiences teach someone to be wise and responsible…

Every single person basically kind…

Just need several times to be…

Criminal, rebellion, and nausea just few ways to know who they are…

Need a time to understand…

How to know it?

Need someone else is the answer, however…

How to chummy with someone else?

Know them, and by the time they will know you…

How if they doesn’t settle for me?

Be someone favorable…

By: The Armstrong (08)



Walekumsalam...

Wednesday, December 24, 2008

Kubernafas Dengan Musik

Asalamulekum...

Kubernafas Dengan Musik

Putaran arus angin berhembus membawa musim,

Dengungan guntur menjelma menjadi butiran hujan,

Guguran daun menemani sepoi angin kala musim semi,

Paceklik air mengalir menandakan kemarau datang bertamu…

Kuberdiri menatap, meresapi, menikmati kesemuanya dengan seutas senyuman…

Tak peduli sengatan, guyuran, pula sejuknya sang musim berdatangan,

Silih berganti kompak mendatangkan tawa dan tangis manusia,

Jeritan mengeluh kala panas, gigilan mengeluh kala dingin, dasar manusia si pengeluh,

Tuhanku memang adil dalam apapun, memberikan nikmat dan derita untuk sebuah keimanan…

Petikan gitar, gebukan drum, cabikan bass, tiupan saksofon, lengkingan harmonika, gemercik tamborin, kumpulan instrumen pencipta bunyi sebuah semangat…

Seakan menemani jiwaku hanyut dalam realita hidup nyata…

Ragaku dahulu bergerak tanpa tahu jawaban akan banyaknya pertanyaan…

Pikiranku melayang entah kemana meninggalkan beribu impian dan harapan masa depan…

Gairah hidup terhenti entah di dimensi mana…

Hingga…

Musik merasuk ke jiwa mengajak pikiran menyatu dengan sebuah semangat membara bak nahkoda gagah berani mengarungi jalur dimensi dan waktu…

Ragaku menemukan bagian penting pewujud mimpi dan harapan…

Hidupku kembali berjalan berhias jutaan warna dengan musik sebagai nafasnya…

Kurasakan…

Sengatan matahari sesejuk musim semi,

Buritan hujan menghangatkan,

Cicauan burung seakan ikut serta kala kubernyanyi,

Sehari tanpa nafas bak setahun di gurun tanpa setetes air…

Terima kasih Tuhanku mengizinkan musik tercipta…

By: The Armstrong (08)



Walekumsalam...

Saturday, December 06, 2008

Tentang Hati Yang Khawatir

Asalamulekum...

Tentang Hati yang Khawatir

Ringikan gerigi mesin tuaku mengalun pelan memecah gendang kabut gelapnya malam…

Dengkuran cerobong asap kereta api yang melintas sempat menggema daun telinga meninggalkan jejak debu diatas kerikil tajam yang kulewati…

Kumpalan beban pikiran sebesar bata tentang hari esok dan hari yang barusan lewat tertiup angin waktu membuatku tercengang hingga terbuai dalam sebuah lamunan…

Apa sajakah yang telah kulakukan hari ini?

Akankah telah tertanam sebuah lingkar manfaat bagi jiwa dan ragaku hingga membentuk sebuah bangunan tinggi tanpa celah akan sebuah pengalaman yang tak terlihat oleh harga…

Pula apa sajakah yang akan kulakukan kala mentari esok mulai mengintip indahnya bentang jagad kala pagi menjelang?

Kutaburkan benih pengharapan akan kebaikan yang dibumbui seberkas doa akan sesuatu yang berbau jauh lebih baik dari sebelumnya hingga sejuknya tusukan udara pagi itu pun datang menjelma…

Mulailah kuhisap dalam dalam sebatang rokokku dan mulai memikirkan sekelumit rencana maha dahsyat seraya menuliskan sajak tentang hati yang khawatir…

By: The Armstrong (08)



Walekumsalam...

Tuesday, December 02, 2008

Cerita Kawan Dari Negeri Dongeng

Asalamulekum...


Cerita Kawan Dari negeri Dongeng

Dalam kelamnya malam ku melamun akan hal tak terpikir oleh akal,

Derita sengsara berbalut asmara terlumuri sengatan api kebohongan…


Desiran sepoi angin kekejaman merambat pelan menggetar ranting perasaan,

Dentingan mata perlahan mengucur paksa perihnya jejak kesedihan…


Terbuai akan cucuran kabahagiaan tersapu kilat laknat biadab identitas,

Tetuah bijak mendendang perih irisan silat lidah tanpa belulang…


Terpekur dalam sembabnya lambung tanpa udara,

Terteriak raga meluluhkan kobar jiwa tuk berontak…


Kawan pun mulai bercerita…


Kala tertegun bersandar di batang pohon cemara yang rimbun akan daunnya,

Kekuasaan, kekayaan, dan keturunan tak sekalipun pernah luput dari jeratan hukum…


Kepatuhan rakyat pun nyata akan membawa kesejahteraan,

Kebijakan pemerintah mendengar kesepian kelam malam senantiasa dibawah naungannya…


Hidup bertetangga tanpa ada kebohongan,

Berteman tanpa memandang hanya dari satu sisi…


Senyuman tanpa henti bermekaran ditiap sudut negeri,

Kesirikan pun dengan sendirinya murka dan enggan tuk menampakkan wujud…


Belum selesai si kawan bercerita akan negerinya…


Degub jantungku berdebar debar tak karuan ingin berkunjung kesana…


Hingga kicauan burung nuri yang menggiring datangnya sang mentari membuyarkan lamunanku akan seorang kawan yang bercerita tentang negerinya…

By: The Armstrong (08)

Walekumsalam...